Skip to main content

Met the President of Indonesia

    6/09/18 yesterday was a great day at 10.00AM. I and my roommate menyambut kedatangan Bapak President RI ke 7 Ir.H.Joko Widodo di depan gang my dorm a.k.a kos bergabung bersama para warga jln. Dukuh Menanggal dan tak lupa para jajaran polri dan TNI. For the first time i met President RI it was fun girangnya bukan kepalang even though gabisa berjabat tangan langsung & take a picture together 😭. Gapapa yang penting bisa dapet kesempatan liat dan kampus gue sedikit tersorot itu udah alhamdulillah coy.

    How lucky they are.. mahasiswa baru beserta perkumpulan guru dan dosen yang bisa langsung satu gedung sama Bapak. Ngga hanya Pak President Jokowi, Bu Risma selaku Walikota Surabaya dan Pak Soekarwo yang masi mejabat as a governor of east java ikut datang mendampingi Pak Jokowi. Dan tak lupa rombongannya so Lit! hahaha norak deh akyu.

    Seneng banget begitu H-1 denger Bapak RI nomor 1 mau ke kampus omg. Dari mulai yang kecil ampe yang gerang, kemaren semua berjejer nyambut orang-orang penting tersebut. Tak kalah pentingnya adik-adik Madrasah yang lokasinya deket kampus ikut berdiri dan bersorak bersama kami, mereka membawa bendera merah putih sambil melambaikan tangannya. 

    Sesaat mobil RI nomor 1 dan beserta rombongan lewat semua pada terlihat mengabadikan that moment by cell phone especially me, yha kapan lagi ? liat fenomena kaya gini dan merasakan euphoria sepanjang area kampus. Ketika lewat kaca mobil Pak Jokowi di buka, beliau senyum dan membalas sambutan kami dengan melambaikan tangan sepanjang jalan. Dalam rangka apasih Bapak dan jajarannya visited my campus? let me tell you guys.

    Jadi gini coy, mereka semua berkunjung ke Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan maksud tujuan menghadiri acara “kuliah umum wawasan kebangsaan universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan pembukaan rakernas lembaga pendidikan PGRI Oleh Presiden Republik Indonesia.” Semua elemen kampus berpatisipasi dalam acara ini, kami satu. Tak lupa Bapak Jokowi datang ke kampus kami tidak dengan tangan kosong, beliau membawa beberapa souvenir dari Istana Negara even though i wasn’t got it, but happy to see them when they got the souvenir from President.

    the funny story from i and my roommate is we willingly didn’t come home on Thursday, in order to see the support of the President’s arrival. It was very excited sampe-sampe polisi tidur di daerah deket kampus di bongkar semua demi kenyamanan beliau-beliau yang datang. Nice to meet you pak/bu I wish I could meet other important people, atau bahkan aku yang menjadi the important person like them? Aamiin nobody knows. Allahualam.

let me share some moments/pictures on this page, sources : various source and from my cellphone. let’s see 🌹





















Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Surat Untuk Mama

Jakarta, 26 Desember 1975. tempat, tanggal, bulan dan tahun istimewa bagi parempuan manisku bergigi gingsul dan berlesung dipipi kanannya. Lahir sebagai anak ketiga dari enam bersaudara, kata bude dan tante, mama anak yang paling disayang bukan berarti tidak sayang dengan yang lain hanya saja mama lah yang paling penurut. Mama adalah sosok yang supel, temannya banyak dan beragam padahal banyak yang bilang mama punya wajah yang jutek banget! tapi jangan salah kalau sudah kenal asiknya ga ketulungan. Pernah melanjutkan sekolah di Universitas Borobudur Jakarta D3 akademi akuntansi. Setauku dari cerita yang selalu dapat dari mama setelah menikah mama mengikuti papa untuk tinggal di Surabaya, mama kerja sebagai akuntan di salah satu kantor. Pada tahun 1999, tepatnya bulan Juni tanggal 1 lahirlah aku, anak perempuan pertama, cucu pertama, cicit pertama, dan juga canggah pertama dikeluarga mama. Aku bisa membayangkan betapa bahagianya mama dan papa pada saat itu telah memilikiku, ...

Covid-19

Nostalgia dikit boleh ya, sekitar tahun 2012 aku aktif di sosial media mulai dari facebook, twitter, instagram rasanya belum, punya blog ini juga belum. Bahkan aku inget banget di usia ku yang masih belasan tahun itu ga seberapa seneng yang namanya membaca, mungkin kalau ada sesuatu hal yang aku gatau, aku bakalan langsung nanya ke mama. Jadi bisa dibilang segala sumber informasiku itu mama hehehe.. Balik lagi ke soal sosial media yang aku gunain, I only used it for entertainment. Masih gatau tuh caranya nemuin konten-konten positif di fb, mungkin emang masih jarang yang ngebikin konten yang berbobot. Apalagi YouTube malah jarang banget diakses. Twitter juga gitu cuman buat having fun mentionin temen-temen, belum tahu yang namanya trend topics for checking what’s happening now in Indonesia or even the world. Seiring bertambahnya usiaku ditambah dengan kecanggihan Era 4.0, semua informasi mudah di dapat. Aku gamau buta lagi tentang apa yang lagi terjadi saat ini. Satu bulan bel...

The Kiddos are Cheering Me A Lot

      1 Juni yang lalu, tepat 21 tahun aku hidup di dunia, dua puluh satu tahun dibesarkan, dikasih makan, disekolahkan, dua puluh satu tahun yang amat berkesan, dua puluh satu tahun bertemu dan mengenal dengan banyak macam orang, suka duka sudah pernah mampir dihidupku, tak jarang perasaan kusut sering tinggal didiri ini. Sebenernya sejak berusia 16 tahun aku mencoba untuk memenuhi keinginanku dengan uangku sendiri, eitss keinginan lho bukan kebutuhan :p tandanya aku masih diberi makan gratis, tempat tinggal gratis, kuliah gratis dibiyai sama orang tua hehehe jadi belom mandiri-mandiri amat ya, sekadar membeli hape dan skincare pake duit sendiri. Tapi rasanya aku mulai bisa menyisihkan sebagian rezeki ku untuk membantu keperluan adekku, seperti membeli buku-buku paket sekolahnya, sepotong seragam, dan bayar wifi sendiri. Menurutku itu sebuah satu kenaikan pencapaian diumurku yang sudah gapantes untuk merengek-rengek minta hal gapenting, bahkan aku sudah memikirkan u...